LCC Rawamangun & Pulogadung

Januari 29, 2009

Nano Balon yang Sempurna

Diarsipkan di bawah: Sains — franchise bimbel @ 1:22 pm

Nano Balon yang Sempurna
Oleh Amsal Sihombing

Penyimpan kedap udara tidak selalu kedap udara. Sebagaimana semua anak akan menemukan sehari setelah pesta ulang tahun, bahkan gas dalam balon helium yang diikat ketat tetap bocor setelah beberapa jam. Sekarang para ilmuwan telah menemukan medium penghalang yang sangat efisien yang tidak membiarkan apapun keluar ataupun masuk.

Sebagaimana dijelaskan dalam edisi terbaru jurnal applied physics letters, material pembungkus baru ini terbuat dari graphene, bahan karbon alami setebal satu lapisan atom.

Jenis karbon sejenis, graphite, digunakan pada pensil. Dalam ukuran mikroskopis, graphite terdiri atas milyaran lapisan dua-dimensi atom karbon. Fakta bahwa lapisan-lapisan ini terikat dengan longgar yang menjadikan graphite sebagai pelumas yang baik. Graphene adalah hasil dari pengambilan satu lapisan dari graphite. Jumlah karbon yang sangat kecil ini hampir tidak terlihat, sehingga graphene baru ditemukan beberapa tahun yang lalu.

Oleh karena karakter graphene yang unik − salah satunya adalah electron dapat melewatinya tanpa kehilangan banyak energi − graphene menjadi topic yang menarik di antara fisikawan. Salah satu karater graphene yang mengagumkan adalah kekuatan mekanisnya, yang cukup mengejutkan mengingat tebalnya yang sangat tipis.

Percobaan di laboratorium dan simulasi dalam komputer menunjukkan bahwa lapisan graphene dapat menahan tekanan tinggi dan dapat digunakan sebagai penyimpan yang ideal. Fisikawan dari Francois Peeters di University of Antwerp, Belgium, telah melakukan penelitian tentang bagaimana lapisan graphene dapat menyimpan gas dalam balon ukuran kecil. Jikalau ada atom yang dapat keluar dari penyimpan ukuran nano maka itu adalah helium. Sebagai salah satu gas mulia, helium adalah bahan inert dan dapat keluar melewati penutup ukuran nano apapun. Tapi, menurut peneliti Antwerp, Ortwin Leenaerts, helium tidak dapat keluar dari penyimpan graphene.

Percobaan di Cornell di laboratorium Harold Craighead, dengan selapis graphene yang direntangkan di atas sebotol penyimpan gas berukuran kecil, menunjukkan bahwa gas, bahkan yang bertekanan tinggi, tetap tersimpan (diterbitkan di jurnal Nano Letters).

Leenaerts berkata bahwa graphene, selain karater elektriknya, dapat digunakan pada sejumlah produk nano teknologi. Sebagai contoh adalah sensor tekanan berukuran kecil: tergantung dari tekanan dari gas dalam botol kecil, “stopper” graphene pada botol semacam ini akan bervibrasi pada frekuensi tertentu. Sebuah signal elektrik dapat dikirim, membuat graphene untuk berfungsi sebagai antenna radio kecil. Graphene bahkan dapat digunakan sebagai membran buatan. Graphene yang dibentuk dalam kapsul ukuran nano, hampir seperti sel buatan, dapat menyimpan obat yang dapat dilepaskan ke tubuh dalam waktu tertentu.

Program Vokasi, S1 Reguler, dan S1 Kelas Paralel UI (Tahun Ajaran 2008/2009)

Diarsipkan di bawah: UI — franchise bimbel @ 1:21 pm

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} h2 {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; mso-outline-level:2; font-size:18.0pt; font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

Program Pendidikan

BOP (per semester)

Uang Pangkal (semester pertama)

S1 Reguler (*)

IPA Rp 100.000 – Rp 7.500.000
IPS Rp 100.000 – Rp 5.000.000

Rp 0 – Rp 25.000.000 (FK, FKG, FT, FASILKOM)
Rp 0 – Rp 10.000.000 (FE, FISIP, FH, FPsi)
Rp 0 – Rp 5.000.000 (FKM, FIK, FMIPA, FIB)

S1 Kelas Paralel (**)

Rp 6.000.000 – Rp 10.000.000

Rp 10.000.000

Vokasi (**)

Rp 4.000.000 – Rp 6.500.000

Rp 4.000.000

Mencetak Anak Berprestasi

Diarsipkan di bawah: Tips and Trik — franchise bimbel @ 10:59 am

Mencetak Anak Berprestasi

 

Bangganya bila melihat buah hati kita termasuk dalam deretan sepuluh besar di kelasnya. Rasanya berhasil mendidik anak. Sebaliknya, yang putranya tak masuk ranking, rasanya gagal sebagai orangtua. Kok sulit sekali si kecil mendapat prestasi di sekolahnya. Bagaimana sih cara-cara mencetak anak agar berprestasi? 

Semua orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang, cerdas dan menjadi anak yang berprestasi di sekolahnya. Yakni, nilai-nilai pelajarannya oke, dan setiap tahun meraih ranking 1 minimal ranking 3. Jika tidak. Rasa-rasanya si kecil tercinta kok biasa-biasa saja atau malah cenderung bodoh ya. Cap demikian tak hanya diberikan orangtua lho, bahkan guru atau pendidik pun masih banyak yang mencap siswanya bodoh hanya karena mereka tak terlihat menonjol di kelas. 

Menurut psikolog Kita & Buah Hati, Rahmi Dahnan S.Psi, itu pandangan yang sudah out of date. Dalam konteks perkembangan anak, prestasi tak cuma tercermin dari nilai akademik di sekolah. Tapi, setiap langkah positif yang mengarah pada peningkatan dan kemampuan juga disebut prestasi. Sayang sekali, bila orangtua masa kini masih beranggapan, bahwa anak yang berprestasi adalah anak yang mampu meraih nilai tinggi dan duduk di peringkat tertentu, lalu kecewa bila buaha hatinya ternyata tak demikian. 

Setiap anak, jelas Rahmi, punya kemampuan dan potensi yang berbeda. Sehingga tak bisa dipastikan bila prestasi akademik anak jeblok maka ia disebut tidak berprestasi di sekolahnya. Jadi, para orangtua, jangan mau terjebak dalam stigma lama. Sebab, berkutat dengan pandangan tersebut, membuat Anda jadi jatuh percaya kalau si kecilnya bodoh karena mungkin Anda–ayah ibunya–pun tak pintar-pintar amat. 

Yang perlu disamakan adalah persepsi orangtua terhadap prestasi. Kata Rahmi, prestasi itu bisa ada di berbagai bidang, bukan cuma nilai pelajaran sekolah saja. Karena itu, disinilah tugas orangtua mengembangkan potensi dan bakat anak dengan berbagai cara dan usaha. Banyak lho anak yang nilai pelajarannya biasa-biasa saja, tapi ia pandai menari, orangtua mendukungnya les menari, eh di masa remajanya sampai dewasanya, ia berkeliling berbagai negara membawakan tari-tarian. Pada akhirnya, kecerdasan kognitif (intelektual) anak pun terdongkrak karena pengalaman-pengalaman hidupnya serta pergaulannya di masa remaja dan dewasa. 

Jadi, menurut Rahmi, yang terpenting adalah mendukung anak di berbagai bidangnya. Apakah itu pelajaran sekolahnya, dengan mendorong gairah belajar, tetapi juga menemukan bakat dan potensi anak. Dengan cara demikian, banyak bukti lho, nilai-nilai pelajaran anak oke dan duduk di ranking teratas, tetapi juga punya prestasi di bidang lain misalnya, juara tari, biola, lukis, dsb. Bila pun prestasinya di bidang kreativitas saja, bukan pada bidang akademik, tak perlu kecewa. Si kecil tetap bisa sukses di masa dewasanya kelak melalui bakat yang ditekuni dan didukung lingkungannya. 

Untuk mendongkrak prestasi anak, komunikasi antara orangtua dengan guru juga harus ditingkatkan. Selain membicarakan tentang pencapaian si kecil di sekolahnya, orangtua pun harus menginformasikan ‘kelebihan-kelebihan’ si kecil lainnya, sambil masukkan pesan untuk tak terlalu ‘menekan’ si kecil mencapai nilai tinggi. Artinya, orangtua seharusnya satu sampai dua langkah lebih maju dari guru, sehingga bisa memberi masukan, pesan-pesan, untuk kualitas sekolah sekaligus kualitas muridnya, putra-putri Anda sendiri.

Mendongkrak Prestasi Anak 
Perhatikan Bakat Anak 
Keinginan orangtua mencetak anaknya jadi berprestasi wajar saja. Apalagi jika sikecil punya kemampuan untuk itu. Misalnya senang membaca, suka olahraga, seni, IPA, dll. Namun, untuk mecetak anak berprestasi, orangtua harus melihat apa bakat anak. Jika anak tak berprestasi di bidang akademik tak perlu ngotot. Memaksakan anak berprestasi sesuai dengan keinginan orangtua dapat membuat anak stress. Prestasinya malah bisa semakin menurun. “Cobalah bersifat arif dengan mengembangkan bakat yang dikuasai oleh anak. Sehingga bakat yang dipunya tidak mubazir,” kata Rahmi. Caranya? 

Ajaklah anak bicara apa saja yang disukainya di luar mata pelajaran wajib. “kalau les tari kamu suka enggak, atau les musik, atau les melukis, mana yang kamu sukai?” Setelah bicara, ANda pun harus konsisten dengan menyediakan kebutuhannya untuk mengembangkat minatnya. “Jika setiap anak difasilitasi kebutuhan dan keinginannya, bakat dan kecerdasan intelektualnya dapat berkembang bersama. Karena, anak yang memiliki bakat akan melakukan pekerjaannya dengan kreatifitas yang berbeda dibanding anak lain,” ucapnya. 

Pacu Gairah Belajar 
Nilai tinggi yang diperoleh pada setiap bidang studi memang penting. Namun bila orangtua menekankan nilai tinggi atau peringkat sebagai tujuan, anak akan mati-matian mencapai nilai tinggi, tanpa menghiraukan proses pencarian nilai tersbut. Sehingga ia berani mencontek demi mendapat nilai bagus. 

Sebaiknya, kata Rahmi, lebih positif memacu agar anak mau berprestasi dengan menanamkan manfaat sekolah. “Sehingga akan tertancap di hati anak tentang pentingnya sekolah, dan akhirnya menyadari untuk bertanggungjawab.” Tanamkan pentingnya sekolah sedini mungkin. Caranya, saran Rahmi, bisa dengan metode pemerian pilihan. Metode pilihan membiasakan anak berhadapan pada pilihan, sehingga merangsang anak untuk melakukan analisa sebelum menentukan pilihannya. Misalnya Rahmi mencontohkan,tentang hal yang menarik yang bisa membangkitkan semangat belajar. “Dek, kalau mau jadi penerbang seperti papa, harus rajin belajar. Jadi pilot bisa berkunjung ke berbagai negara lho.” Cara ini menurut Rahmi bisa memacu semangat berprestasi anak. 

Selain gambaran mengenai profesi yang menjadi kesenangan anak, sikap orangtua yang suka memberi penghargaan pada setiap prestasi anak, akan menumbuhkan rasa pede untuk terus berprestasi. Namun Rahmi menekankan, dalam memberikan penghargaan orangtua harus proporsional.”Sebaiknya tidak memberikan reward dalam bentuk materi. Tepukan bahu, belaian atau pelukan saat anak mendapat prestasi tetap membuat anak senang dan pede, karena merasa dihargai,” jelas Rahmi. 

Sediakan Sarana & Rajin Berkomunikasi 
Lingkungan rumah juga memberi andil pada pencapaian prestasi anak. Dengan memberi dukungan, perhatian, dan menyediakan sarana untuk memacu mereka terus berprestasi sesuai bidang yang diminatinya.”Lingkungan dan budaya keluarga yang berpendidikan baik bisa mendorong anak untuk berprestasi baik pula. Dengan melihat sekelilingnya, si kecil bisa terpengaruh untuk berprestasi bagus.” 

“Perhatian orangtua ketika anak belajar akan membuat anak merasa nyaman dan percaya diri,” Rahmi mengingatkan. Perhatian dalam pelajaran tidak harus bersifat mendikte. Dengan duduk di dekat anak, dan menunjukkan sikap antusias saat anak bertanya akan membuatnya semangat belajar. Perhatian lainnya pun ikut mendorng semangat anak. Yakni dengan memfasilitasi dan melengkapi keperluan sekolah, akan membuat anak terpacu untuk berprestasi. 

Karenanya, lingkungan rumahpun harus senyaman mungkin. Sebab hubungan ayah dan ibu bisa mempengaruhi prestasi anak. “Orangtua yang sering bertengkar, membuat anak stres, dan akhirnya tak bisa konsentrasi belajar.” 

Ikutkan Kursus 
Adakalanya anak yang biasanya pretasinya bagus, pada waktu tertentu menurun drastis. Menurut Rahmi, menurunnya prestasi anak biasanya dipengaruhi faktor emosi anak. Orangtua harus mencari penyebabnya. Mungkin ada situasi yang membuatnya tertekan, misalnya perlakuan negatif dari orang lain, minimnya komunikasi dengan orangtua, di antaranya menjadi penyebab prestasi anak menurun drastis. 

Bila penyebabnya sudah diketahu, orangtua harus bisa segera mengatasinya. Setelah itu, mendorong lagi motivasinya untuk kembali semangat belajar. “Motivasi terutama dimaksudkan untuk meningkatakan kepercayaan diri dan membuat anak merasa nyaman saat belajar.” Mengatasi emosi anak, kata Rahmi juga bisa dengan mengikutkan anak pada kegiatan ekstra. Misalnya diikutkan kursus menari, menyanyi, olahraga. “Kegiatan tersebut membuat anak melupakan hal-hal yang mengganggu emosinya. 

Komunikasi dengan Guru 
Komunikasi dengan guru harus ditingkatkan. Jika biasanya orangtua berkomunikasi dengan guru hanya saat menerima rapor saja. Ada baiknya orangtua perlu secara berkala mengunjungi guru, paling tidak satu bulan sekali. Guru akan sangat menghargai orangtua yang rutin menanyakan perkembangan anaknya di sekolah. “Kalau orangtua proaktif, guru juga tertular semanagat unuk menginformasikan perkembangan anak di sekolah. Dengan begitu, berbagai persoalan yang menyebakan maju mundurnya prestasi belajar anak bisa teramati.” 

Tanggulangi Turunnya Prestasi Belajar 

Orangtua harus mengintrospeksi dirinya, bisa saja penyebabnya kurang perhatian Anda. 

Ajaklah anak berdiskusi dengan menyelami perasaan anak agar anak terbuka mengemukakan perasaanya. 

Lakukan komunikasi yang memadai dengan anak. 

Ingatkan kembali anak akan manfaat sekolah. 

Berikan reward yang proposional pada anak sesuai dengan prestasi yang diraihnya 

Guru harus menimbulkan rasa cinta belajar pada muridnya dengan menciptakan metode belajar yang menyenangkan murid 

Tanamkan disiplin dalam pelajaran dan sekolah pada anak 

8 Trik Mencetak Anak Berprestasi 

Sediakan peralatan yang mendorong anak belajar. 
Misalnya bahan permainan yang merangsang rasa ingin tahu anak, seperti puzzel, alat lukis, lego, komputer,dll. 

Ciptakan Kehidupan Teratur Dalam Keluarga 
Rumah tangga yang harmonis, dengan kasih sayang yang rata pada seluruh anggota keluarga sangat mendukung perkembangan kemampuan anak. 

Bacakan Cerita 
Mendongeng bisa mendorong kemampuan membaca anakdan kosa kata anak serta pengalaman mereka. 

Ciptakan Suasana Gemar Membaca 
Dengan mempunyai kesukaan membaca, anak belajar menyerap pelajaran dan memperluas pengetahuan. 

Dampingi Anak Saat Mengerjakan PR 
Menndampingi anak mengerjakan PR adalah saaat yang tepat untuk mengajari mereka cara mengerjakan soal yang baik, bagaimana memahami pertanyaan, mana yang harus dikerjakan dulu, dllnya. 

Berkolaborasi Dengan Guru di Sekolah 
Menjalin hubungan yang baik dengan guru disekolah punya banyak keuntungan. Diantaranya kita bisa memperoleh informasi perkembangan anak, dan mendorong anak bersikap baik di sekolah. 

Masukkan Anak ke sekolah yang baik 
Keberhasilan anak disekolah ditentukan oleh standar keberhasilan di sekolah. Standar yang tinggi bisa memacu anak untuk mencetak prestasi lebih baik. Tapi standar tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik anak. 

Ajari Disiplin 
Ajari anak disiplin. Ini sangat penting dengan mengajarkan disiplin mereka mengerti mengatur waktu kapan belajar. Jangan lupa bantu anak untuk berkonsentrasi dan mengingatkan waktu disiplinnya. (Esi/ sumber: Edy Gustian, S.Psi, anakcerdas dengan prestasi rendah) 
Sumber: Tabloid Ibu & Anak 
cyberwoman

Trik Mencetak Anak Berprestasi

Diarsipkan di bawah: Tips and Trik — franchise bimbel @ 10:58 am

Trik Mencetak Anak Berprestasi

Trik Mencetak Anak Berprestasi

Description 

Anak berprestasi tentu menjadi harapan semua orang tua. Namun tahukah Anda bahwa ada trik-trik khusus agar Anda dapat mendorong prestasi anak Anda di kemudian hari ?

Sediakan peralatan yang mendorong anak belajar. Misalnya bahan permainan yang merangsang rasa ingin tahu anak, seperti puzzel, alat lukis, lego, komputer,dan lainnya.

Ciptakan Kehidupan Teratur Dalam Keluarga. Rumah tangga yang harmonis, dengan kasih sayang yang rata pada seluruh anggota keluarga sangat mendukung perkembangan kemampuan anak.

Bacakan Cerita. Mendongeng bisa mendorong kemampuan membaca anak dan kosa kata anak serta pengalaman mereka.

Ciptakan Suasana Gemar Membaca. Dengan mempunyai kesukaan membaca, anak belajar menyerap pelajaran dan memperluas pengetahuan.

Dampingi Anak Saat Mengerjakan PR. Mendampingi anak mengerjakan PR adalah saaat yang tepat untuk mengajari mereka cara mengerjakan soal yang baik, bagaimana memahami pertanyaan, mana yang harus dikerjakan dulu dan sebagainya.

Berkolaborasi Dengan Guru di Sekolah. Menjalin hubungan yang baik dengan guru disekolah punya banyak keuntungan. Diantaranya kita bisa memperoleh informasi perkembangan anak, dan mendorong anak bersikap baik di sekolah.

Masukkan Anak ke sekolah yang baik. Keberhasilan anak di sekolah ditentukan oleh standar keberhasilan di sekolah. Standar yang tinggi bisa memacu anak untuk mencetak prestasi lebih baik. Tapi standar tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik anak.

Selanjutnya yang tak boleh dilupakan adalah ajari kedisiplinan. Ajari anak disiplin. Ini sangat penting dengan mengajarkan disiplin mereka mengerti mengatur waktu kapan belajar. Jangan lupa bantu anak untuk berkonsentrasi dan mengingatkan waktu disiplinnya.(ist)

Konsep Pendidikan Nilai yang Menyenangkan

Diarsipkan di bawah: LCC News — franchise bimbel @ 10:57 am

Konsep Pendidikan Nilai yang Menyenangkan

Hingga sekarang, dunia pendidikan masih diwarnai perilaku siswa membolos, berkelahi atau tawuran, mencuri dan menganiaya, hingga mengkonsumsi minuman keras dan narkotika. Bahkan sudah ada gejala peredaran adegan porno yang perankan oleh para pelajar. Fenomena ini tentunya tidak akan terjadi apabila orang tua dan lembaga pendidikan berhasil mengajarkan nilai moral yang berlaku di masyarakat.
Nilai-nilai yang dapat dikembangkan dalam diri siswa adalah nilai-nilai nurani (values of being) yang meliputi ketaqwaan kepada Tuhan YME, kejujuran, rasa percaya diri, kesabaran, ketertiban, dan keberanian. Sedangkan nilai-nilai yang memberi (values of giving) meliputi kesetiaan, dapat dipercaya, menghormati, empati dan simpati, kasih sayang, ramah, dan adil. 
Pendidikan nilai sebenarnya sudah didapatkan anak semenjak berada di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitar. Secara sadar atau tidak, mereka sudah mulai mengembangkan pendidikan nilai melalui pengamatan terhadap orang tua, teman, media, yang pada akhirnya mereka akan meniru apa yang telah mereka lihat setiap hari. Pengembangan pendidikan nilai dilanjutkan pada lembaga pendidikan atau sekolah.
Bagaimana metode pendidikan nilai yang menyenangkan? Sebagai guru pertama bagi anak, orangtua berperan penting menjadi pelaku nilai, baik nilai-nilai nurani maupun nilai-nilai memberi. Mulailah dari hal kecil seperti membiasakan salam, berkata santun, hingga pada hal paten seperti salat lima waktu bagi keluarga muslim. Sebagai teladan, orangtua harus menunjukkan kepada anak bahwa orangtua “menjunjung tinggi nilai itu”. 
Selanjutnya sekolah sebagai subkontraktor pendidikan nilai mempunyai tanggung jawab melanjutkan penanaman pendidikan nilai. Di sekolah ada  guru yang mengajarkan pendidikan agama, guru pendidikan kewarganegaraan, dan bahkan guru bimbingan dan konseling, tetapi pada kenyataannya jam pelajaran sangatlah minim dibandingkan dengan kuantitas jam pelajaran pada disiplin ilmu lainnya. 
Karena itu seharusnya guru yang mengajarkan disiplin ilmu lain, ikut aktif menanamkan pendidikan nilai. Sehingga pelaksanaannya kontinyu tidak terpusat pada satu atau dua mata pelajaran. Sehingga  semua yang terlibat pada proses pembelajaran di sekolah, bisa menjadi pelaku nilai moral, karena seorang guru panutan bagi siswanya baik dalam berucap ataupun bersikap. 
Kegagalan orang tua atau guru dalam menanamkan pendidikan nilai bisa jadi karena metode yang kita gunakan kurang efisien atau membosankan. Untuk itu sudah saatnya kita mencoba membenahinya dengan metode lainnya, sehingga tujuan akan tercapai. Pertama, diskusi atau problem solving dimana anak kita libatkan untuk mengemukakan ide dalam mencari solusi masalah yang sering mereka alami. 
Sementara kita membantu mereka mengembangkan minat dan kemampuan mereka sendiri untuk berbicara. Nilai-nilai yang kita ajarkan perlahan-lahan namun pasti akan menular kepada mereka apabila kita sering berinteraksi. Kedua, permainan (game) skenario kita betul-betul menempatkan diri anak dalam situasi yang memperlihatkan konsekuensi serta hubungan sebab akibat dalam berbagai pilihan atau perilaku. 
Ketiga, penghargaan dan pujian yang positif,  perhatian positif yang kita berikan saat seorang anak menunjukkan citra diri (self – image) dan individualitasnya dapat membangun rasa percaya dirinya dan hal ini diperlukan untuk mendapatkan keandalan diri (self – reliance). Pujilah mereka saat menunjukkan tindakan pengembangan nilai karena akan membuat mereka bangga dan merasa dapat diandalkan. 
Keempat, membiasakan pepatah-pepatah atau kata-kata bijak, untuk menanamkan nilai moral yang kuat kedalam benak seorang anak kita harus  membiasakan pepatah atau kata bijak yang menyatakan suatu nilai moral. Kelima, out bond. kegiatan out bond sangat menyenangkan bagi siswa, karena out bond bisa menumbuhkan keberanian dalam menghadapi tantangan, menentukan keputusan, dan juga melatih kerja sama.
Mengingat pentingnya pendidikan nilai pada anak, sudah seharusnya orang tua dan lembaga pendidikan berbenah diri dengan mengubah tradisi dan memanfaatkan sarana prasana yang menunjang  pengembangan pendidikan nilai. Mari bahu membahu untuk mewujudkan pribadi generasi kita yang mengaplikasikan pendidikan nilai. Oleh karena itu pendidikan nilai harus kita berikan sekarang dan seterusnya.

Quantum Teaching Sebagai Introspeksi Guru Terhadap Murid

Diarsipkan di bawah: LCC News — franchise bimbel @ 10:56 am

Istilah ‘Quantum’ mengingatkan kita pada mata pelajaran Kimia di SMA dulu. Istilah ini memiliki kaitan erat dengan pergerakan unsur/zat/atom ke lintasan lain yang mengubah energi menjadi cahaya. Penggunaan istilah Quantum dalam pendidikan, khususnya dalam metode pembelajaran, bisa dianalogkan dengan bagus oleh Bobbi (2007:5) sebagai berikut.
Quantum Teaching adalah orkestrasi bermacam-macam interaksi yang ada di 
dalam dan disekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain.  
Orkestrasi yang merupakan kolaborasi berbagai interaksi belajar yang terdiri dari konteks maupun kontens. Konteksnya meliputi (1) suasana pembelajaran, (2) landasan/kerangka kerja (3) lingkungan pembelajaran (4) perancangan pembelajaran yang dinamis. Sedangkan kontensnya meliputi ( 1) presentasi/cara penyampaian materi (2) pemberdayaan fasilitas (3) ketrampilan hidup dan (4) praktek.  
Kolaborasi dari berbagai interaksi ini melibatkan berbagai faktor, salah satunya adalah cara/gaya mengajar guru. Di kelas banyak siswa yang kelihatan kurang aktif terutama pada saat guru ceramah di depan ternyata memonitor gaya mengajar guru. Sehingga tidak heran bila ada siswa yang menjuluki “Bu Wayang (cara berbicaranya seperti wayang), Pak ogah (sering tertidur di kelas), dan sebagainya. 
Siswa sebenarnya bisa menilai guru tetapi karena norma kesopananlah yang membuat siswa tidak berani/sungkan menegur secara langsung. Dalam hal ini, guru harus bisa berintrospeksi terhadap cara mengajarnya. Oleh karena itu guru harus memahami prinsip-prinsip Quantum Teaching yang meliputi sebagai berikut.
Segalanya Berbicara. Penampilan/Performan guru memiliki image tersendiri bagi siswa. Cara guru berpakaian, berbicara, menyapa, tersenyum, marah, dsb memberi kesan tersendiri bagi siswa. Atribut apapun yang melekat pada guru mempunyai makna bagi siswa walaupun guru tidak mengatakan bahwa dirinya guru ideal/teladan, siswa tetap bisa menilainya. Bila siswa sudah apriori terhadap performan guru, maka akan berpengaruh juga pada proses belajar mengajarnya.
Segalanya Bertujuan. Dalam mengajar guru harus jelas arah pembelajarannya, sesuai dengan RPP, silabus, dan kurikulum, sehingga tidak akan ada/tidak banyak siswa yang remidi/tidak lulus. Demikian juga dengan tujuan sekolah akan terwujud visi, misinya jika guru dapat memanifestasikan dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga arah dan tujuan sekolah 10 tahun, 25 tahun, … akan tercapai.
Alami baru Namai. Pada prinsip yang ketiga ini sangat berperanan besar pada saat proses pembelajaran terutama kemampuan guru menstrategi informasi kepada siswa. Strategi yang tepat untuk diberikan pada siswa salah satunya adalah  CTL (Contextual Teaching and Learning). Guru dalam menyampaikan informasi dengan cara mengajak siswa untuk mengalami konsep yang akan dipelajari, baru siswa digiring pada definisi/konsepnya. Sswa secara tidak sadar dapat mengaktualisasikan dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Akui Setiap Usaha. Belajar mengandung resiko bagi siswa, karena siswa ditutnut untuk dapat memahami dan mengerjakan ilmu. Jika siswa merasa berhasil mengerjakan sesuatu maka siswa akan lebih senang dan bangga jika guru memberikan pujian/penghargaan/hadiah. Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan guru terhadap siswa bahwa siswa tersebut sukses. Jika hal ini dilakukan oleh guru maka siswa akan termotivasi dan berlomba-lomba meraih penghargaan tersebut.
Jika Layak Pelajari Layak pula Dirayakan. Perayaan akan kemajuan belajar siswa akan menumbuhkan emosi yang positif bagi siswa, karena segala sesuatu yang telah dipelajari siswa  membutuhkan tenaga fisik maupun psikis sehingga siswa membutuhkan penyegaran otaknya. Penyegaran tersebut diberikan apsa saat pembelajaran akan berakhir, dan dapat berupa nyanyian, tebak-tebakan, kuis, pantun, cerita, dan sebagainya.
Dengan memperhatikan prinsip-prinsip tersebut diharapkan guru akan bertambah wawasannya sehingga proses belajar mengajarnya menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. (*)

Membimbing Anak Usia Dini menjadi Berprestasi

Diarsipkan di bawah: Tips and Trik — franchise bimbel @ 10:54 am

Membimbing Anak Usia Dini menjadi Berprestasi

Anak, pada dasarnya, belum mampu mandiri, masih sangat labil, egosentris dan belum tahu apa itu prestasi. Anak juga tidak tahu akan kelebihan dan kekurangannya. Maka diharapkan orangtua, guru, pengasuh, anggota keluarga di sekitarnya yang dapat menyikapi hal-hal yang dialami anak dalam tumbuh kembang pada usia dini, sehingga kelebihan dan kekurangan tersebut terbimbing. 
Sudahkah sikap dan tindakan orang dewasa berfihak pada anak? Atau justru anak berprestasi karena korban ambisi orang dewasa? Hal ini yang harus menjadi perhatian sebagai filter dan penyelesaian yang berfihak pada hak anak. Anak berprestasi karena potensi yang dimiliki direspon orang dewasa, atau anak tidak berpotensi namun dan berusaha berprestasi, maka kewajiban orang dewasa untuk membantu dan membimbing. 
Prestasi secara umum adalah anak yang mampu belajar, mengatasi masalah pengelolaan emosional, sosialisasi, dan kemandirian. Prestasi dalam hal khusus adalah keberhasilan meraih kejuaraan dalam mengikuti lomba/ajang kompetisi yang diadakan Sekolah, Dinas Pendidikan, Lembaga/instansi lain maupun Perusahaan. Tulisan berikut adalah sepenggal pengalaman memberikan pengajaran untuk meraih prestasi secara umum maupun khusus. 
Penulis berkeyakinan bahwa terdapat sebuah benang merah dalam hal pemberlakuan metode ajar dalam pencapaian prestasi siswa, yaitu pemahaman menyeluruh oleh guru sebagai pengajar mengenai manajemen pembelajaran. Terkait dengan capaian prestasi dan proses yang menyertainya, pembahasan yang disajikan lebih dititik beratkan pada tema membangun motivasi belajar siswa.
Sertain, dalam bukunya Psychologi Understanding of Human Behaviour Motif, menyatakan motif sebagai pernyataan yang kompleks didalam organisme yang mengarahkan tingkah laku atau perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang. Sedangkan Duncan, ahli administrasi berpendapat dalam konsep menejemen motivasi berarti setiap usaha yang didasari untuk mempengaruhi perilaku seseorang agar meningkatkan kemampuannya secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasi. 
Divisi secara umum motivasi adalah suatu usaha yang didasari untuk menggerakkan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan suatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Motif dibedakan menjadi dua macam yakni motif  intinsik dan motif ekstrinsik. Disebut motif intrinsik jika yang mendorong untuk bertindak ialah nilai-nilai yang terkandung di dalam obyek itu diri sendiri. 
Perbuatan-perbuatan yang dilakukan sehari-hari banyak didorong oleh motif ekstrinsik yakni yang mendorong untuk bertindak adalah obyek itu dari luar diri seseorang/anak. 
Interaksi antara cara mengajar guru dengan anak berpengaruh pada hasil belajar. Cara mengajar guru yang menarik akan menantang siswa untuk berpikir dan berperan aktif sehingga akan mempengaruhi motivasi siswa secara positif. Penelitian menyatakan motivasi intrinsik merupakan multi konsep dari minat, persepsi, dan ketahanan belajar. 
Motivasi murni bersifat efektif/ berkaitan dengan perasaan seseorang. Menurut Ames dan Archer mengubah motivasi berarti mengubah cara berpikir anak, memahami tujuan dan pembelajaran, serta melihat proses hasil pembelajaran dengan cara yang berbeda.
Tugas guru adalah membangkitkan dan membangun motivasi intrinsik yang sifatnya lebih karena kesadaran dan kemauan yang timbul dalam diri anak. Menghargai dan memberi kesempatan pada anak untuk banyak mengungkapkan celotehnya, dan eksplorasi sikap perilaku yang disikapi guru dengan pengarahan tutur kata serta tindakan sesuai tahap perkembangan anak.  
Bagaimanapun, disekolah guru adalah satu-satunya motivator bagi anak. Segala ucapan dan tindakan guru menempatkannya sebagai malaikat dalam pola pikir anak. Kasih sayang, ketulusan, dan keikhlasan dalam membimbing sangat dirasakan pribadi anak.
Pemberian motivasi pada anak pada tahap awal bisa diberikan melalui tutur kata sapaan dan pujian. Langkah ini sangat penting bagi anak untuk merasakan keberadaannya dihargai. Sentuhan fisik seperti berjabat tangan, dan tepuk tangan untuk apapun yang berhasil anak lakukan juga tidak kalah pentingnya. Guru, dalam aktivitas anak, seberapapun kerepotan yang muncul, juga harus bisa memposisikan anak sebagai pribadi yang mampu. 
Sedangkan sebagai inti dari komunikasi verbal adalah, melakukan kontak mata dengan pandangan melindungi serta memberikan ketenangan. Sedangkan pada sisi guru, dua model motivasi tersebut juga harus teraplikasi dalam bentuk komitmen keterbukaan terhadap kritik. Guru harus membuang jauh rasa segan bertanya pada figur yang profesional atau memiliki kompetesensi dibidangnya. 
Setelahnya guru harus sanggup membentuk team work disekolah dan menjalin dukungan total dari orang tua. Dengan pemahaman manajemen pembelajaran motivasi seperti itu, capaian prestasi anak tidak akan lagi menjadi idaman belaka. (*)

Tingkahlaku anak…

Diarsipkan di bawah: Tips and Trik — franchise bimbel @ 10:52 am

Tingkahlaku anak…

 

Masalah perilaku ini sebenarnya merupakan suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk “independent”; suatu bentuk perjuangan untuk menunjukkan otonomi. Oleh karena itu, periode batita umumnya ditandai dengan “AKU”, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya “power”. 

Oleh karena itu pula, periode batita disebut pula dengan periode “negativistik” artinya, si anak justru akan mengerjakan segala sesuatu berlawanan dengan yang diberitahukan kepadanya. Disuruh, dia tak akan mengerjakan; dilarang, justru dia akan mengerjakan. Semata-mata suatu bentuk pernyataan bahwa ia adalah individu bebas yang tidak dalam”kekuasaan” pihak lain termasuk orang tuanya 

Nah, lalu apa dan bagaimana dengan disiplin. Kita sering menyalah artikan konsep disiplin sebagai suatu bentuk “punishment”, padahal, disiplin adalah “upaya meletakkan batasan” artinya upaya mengajarkan anak mana perilaku yang dapat diterima, mana yang tidak. Kelak, dengan bertambahnya usia, anak akan mengembangkan “self-discipline”nya. Sesungguhnyalah, bagian dari perkembangan anak adalah mengeksplorasi leingkungannya; sedangkan salah satu t ugas orang tua adalah menegakkan batasan atau “limits” secara konsisten. 

Bagaimana strateginya? Yang paling penting, jangan kehilangan “sense of humor”, kalau jambangan bunga pecah karena anak tidak bisa dilarang untuk diam, kan tidak berarti kiamat… itu contoh ekstrimnya. 

kedua, berikan piliha. Oke, kamu lagi-lagi pipis di celana, sekarang kamu pilih, mau di pispot atau mau di kamar mandi. Dengan demikian, anak belajar bahwa dia masih punya pilihan 

Ketiga, observasi perilaku anak agar saat dia melakukan hal yang “positif” kalian bisa langsung memuji bahkan kalau perlu kasih “hadiah”. Ignore kalau dia melakukan hal yg tidak berkenan. tahap kedua bila masih juga melakukan hal yg diluar batasan, bicara (jangan teriak). Tahapan ketiga bila ia masih melakukannya – ada yg menganjurkan untuk melakukan strategi time out. 
Keempat, konsisten; ayah dan ibu harus sejalan dan seiring; konsisten pula dalam hal timing, jangan hari ini boleh, besok tidak boleh 

Nah time out strategy tuh, anak diminta masuk ke kamar tidurnya misalnya sejam,dan tidak boleh keluar sampai diijinkan orang tua. 

Ok selamat mencoba strategi yg mana, bagaimanapun setiap anak adalah individu yang unik.

by Purnamawati S Pujiarto, Dr, SpAK, MMPaed 

DAMIEN RICE – O

Diarsipkan di bawah: Tembang Mania — franchise bimbel @ 10:29 am

DAMIEN RICE – O

Code:
http://rapid*share.com/files/97654204/DamienRice-O.zip.html

Tipe X – A Journey (Best Of The Best)

Diarsipkan di bawah: Tembang Mania — franchise bimbel @ 10:26 am
http://rapid*share.com/files/27891024/Tipe_X_-_A_Journey_-_01_-_Kamu_Penipu__New_.mp3
http://rapid*share.com/files/27891126/Tipe_X_-_A_Journey_-_02_-_Karena_Patah_Hati__New_.mp3
http://rapid*share.com/files/27891152/Tipe_X_-_A_Journey_-_03_-_Genit.mp3
http://rapid*share.com/files/27891384/Tipe_X_-_A_Journey_-_04_-_Kamu_Nga_Sendirian.mp3
http://rapid*share.com/files/27891466/Tipe_X_-_A_Journey_-_05_-_Mawar_Hitam.mp3
http://rapid*share.com/files/27891866/Tipe_X_-_A_Journey_-_06_-_Selamat_Jalan.mp3
http://rapid*share.com/files/27891926/Tipe_X_-_A_Journey_-_07_-_Dugem__New_.mp3
http://rapid*share.com/files/27892059/Tipe_X_-_A_Journey_-_08_-_Sakit_Hati.mp3
http://rapid*share.com/files/27892083/Tipe_X_-_A_Journey_-_09_-_Angan.mp3
http://rapid*share.com/files/27892183/Tipe_X_-_A_Journey_-_10_-_Karena_Cemburu.mp3
http://rapid*share.com/files/27891513/Tipe_X_-_A_Journey_-_11_-_Salam_Rindu.mp3
http://rapid*share.com/files/27891636/Tipe_X_-_A_Journey_-_12_-_Pacar_Yang_Baik.mp3
http://rapid*share.com/files/27891791/Tipe_X_-_A_Journey_-_13_-_Song_From_Distance.mp3

Blog pada WordPress.com.