LCC Rawamangun & Pulogadung

Juni 25, 2009

Kelulusan UN SMP Jakarta 99,8 Persen

Diarsipkan di bawah: Berita LCC, Info Pendidikan, LCC News — franchise bimbel @ 10:14 am

Angka kelulusan ujian nasional (UN) SMP di DKI Jakarta mencapai 99,805 persen. Dari Dari 132.956 peserta UN, ternyata yang lulus mencapai 132.697 peserta (99,805 persen) dan yang tidak lulus hanya 259 siswa (0,195 persen). Angka kelulusan UN SMP tersebut diumumkan Sabtu (20/6). Pengumuman kelulusan itu telah dilakukan masing-masing sekolah melalui pesan singkat atau SMS, telepon, website, email, pos, jasa kurir, dan ditempel di papan pengumuman.

Kepala Dinas Pendidikan DKI, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan, nilai rata-rata kelulusan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia 7, 45, Bahasa Inggris 6,86, Matematika 6,95, dan IPA 6,66. Bahkan ada tiga siswa yang mendapatkan nilai 10 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, 48 siswa untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, 3.608 siswa untuk mata pelajaran Matematika, serta 65 siswa untuk mata pelajaran IPA.

Kendati begitu, hasil UN ini diketahui jumlah siswa yang mendapatkan nilai 10 adalah Bahasa Indonesia 3 orang, Bahasa Inggris 48 siswa, Matematika 3. 608 siswa dan IPA 65 siswa.

“Peserta UN yang dinyatakan tidak lulus dapat mengulang di tahun berikutnya. Namun jika tidak mau, maka dapat mengikuti ujian paket B yang kemungkinan digelar awal Juli mendatang,” ungkapnya, Sabtu (20/6).

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI, Kamaluddin, mengatakan, kualitas lulusan tahun ini banyak mengalami peningkatan, terutama untuk mata pelajaran Matematika. “Peningkatan kualitas lulusan ini disebabkan sekolah lebih siap menghadapi ujian nasional. Kemudian meningkatnya pembinaan dari Dinas Pendidikan DKI, guru, kepala sekolah utamanya dalam KBM. Kita juga sering menggelar doa bersama di komunitas pendidikan,” jelas Kamaluddin.

Tahun depan, kata Kamaluddin, pihaknya akan melakukan beberapa program untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Seperti akan membuat kontrak kerja antara dinas dengan sudin dan sudin dengan kepala sekolah. “Kami juga akan melengkapi sarana prasaran pendidikan baik segi kualitas maupun kuantitasnya,” imbuh Kamal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan SMP/SMA, Amsani Idris, mengatakan, angka kelulusan UN SMP tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 99,09 persen. Sementara, peringkat pertama angka kelulusan UN SMP negeri di DKI Jakarta masih diraih oleh SMPN 115. Seperti untuk mata pelajaran Matematika dan IPA, sekolah tersebut menduduki peringkat pertama.

Kepala SMPN 115, Adi Dasmin, saat dikonfirmasi via ponselnya mengatakan, sekolah yang dipimpinnya itu sejak dua tahun bertutur-turut menduduki peringkat pertama. “Untuk siswa terbaik diraih oleh Alida Efthyani dan disusul ole Widyani Rachmi,” ujarnya.

Dari 337 peserta UN, selain angka kelulusannya 100 persen juga banyak siswa yang meraih nilai 10. Untuk mata pelajaran Matematika ada 98 siswa, Bahasa Inggris 4 siswa, dan IPA 24 siswa.

Sekadar diketahui, saat ini di Jakarta terdapat 1.246 SMP negeri dan 999 SMP swasta. Sedangkan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu terdapat 5 SMP negeri dan 2 SMP satu atap dengan SD/SMA.(beritajakarta)

Kelulusan Siswa SMA Mencapai 96,6 Persen

Diarsipkan di bawah: Berita LCC, Info Pendidikan, LCC News — franchise bimbel @ 9:18 am

Upaya sekolah yang mendidik siswanya dengan telaten dalam menghadapi ujian nasional 2009 membuahkan hasil. Ini terlihat dari angka kelulusan yang menunjukan peningkatan. Misalnya dari 57.509 siswa SMA yang mengikuti UN, kelulusan mencapai 96,6 persen. Sedangkan untuk SMK, tingkat kelulusan mencapai 96,6 persen. Sebelum ujian, seluruh sekolah meningkatkan try out dari enam kali menjadi sembilan kali.

Data Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebutkan, angka kelulusan meningkat dibanding tahun lalu. Untuk SMA dari jumlah peserta 57.509 siswa, ternyata yang lulus mencapai 55.530 siswa (96,6 persen), sedangkan yang tidak lulus hanya 1.979 siswa (3,4 persen). Padahal tahun lalu angka kelulusan siswa SMA hanya 92 persen.

Demikian halnya SMK, dari 57.914 siswa ternyata yang lulus mencapai 5.915 (96,6 persen) dan tidak lulus 1.999 siswa (3,4 persen). Tahun 2008 lalu, angka kelulusan SMK hanya mencapai 93 persen. “Meningkatnya angka kelulusan siswa SMA/SMK ini disebabkan banyak faktor. Misalnya meningkatnya efektifitas kegiatan belajar mengajar,” ujar Kamaluddin, Ketua Panitia pelaksana ujian nasional SMA/SMK DKI Jakarta, Sabtu (14/6). Ia menegaskan, sebelum ujian sekolah menambah progam try out dari enam kali menjadi sembilan kali.

Kemudian, pihak sekolah sangat intens melakukan pendalaman materi. “Yang tak kalah pentingnya adalah, siswa setiap hari diajak untuk doa bersama sebelum mengikuti KBM. Bahkan sekolah rutin menggelar dzikir akbar bersama murid-muridnya,” imbuhnya. Gelar doa bersama ini memberi motivasi besar peserta ujian agar bisa mengerjakan soal dengan mudah.

Bagi siswa yang tidak lulus pada UN tahun 2009, masih diberi kesempatan untuk mengulang pada tahun ajaran baru tahun 2010/2011 mendatang. Namun bagi mereka yang tidak ingin mengulang maka dapat mengikuti program paket C yang akan dilaksanakan mulai 23 Juni mendatang. Pengumuman hasil kelulusan UN SMA//SMK secara nasional sebenarnya telah dilakukan pada Sabtu (13/6) kemarin. Pihak sekolah langsung mengumumkan hasil UN ini melalui papan pengumuman di sekolah, pengiriman via kantor pos dan dipublikasikan melalui website masing-masing sekolah.

115 Siswa Jurusan IPA dapat Nilai Sempurna

Menurut Kamaluddin, ada kecenderungan bahwa hasil UN menunjukkan, nilai rata-rata yang diperoleh siswa SMA melebihi standar kelulusan yang ditetapkan sebesar 5,5 (dari 6 mata pelajaran uang diuji). Untuk jurusan IPA, dengan materi pelajaran yang diuji terdiri dari bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi, perolehan nilai rata-rata 7,19.

Kemudian jurusan IPS (Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, ekonomi, sosiologi dan geografi), diperoleh nilai rata-rata 7,05. Sedangkan jurusan Bahasa, mata pelajaran yang diuji bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, matematika, sastra, antropologi, dan bahasa asing, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 6,51.

Dinas Pendidikan DKI mencatat, sedikitnya ada 115 siswa jurusan IPA yang mendapat nilai 10 untuk pelajaran kimia, 58 siswa untuk pelajaran matematika, dan 22 siswa untuk pelajaran fisika. Kemudian di program IPS, siswa yang mendapat nilai 10 adalah sebanyak 55 siswa untuk pelajaran matematika, 10 siswa untuk pelajaran geografi dan 3 siswa untuk pelajaran sosiologi serta dua siswa untuk pelajaran bahasa Inggris.

Berdasarkan perolehan peringkat/ranking, maka SMA Santa Ursula menduduki peringkat pertama. Pasalnya, siswa di tiga jurusannya, yakni IPS, IPA dan Bahasa, mendapat nilai tertinggi dibanding seluruh SMA lain di Jakarta. Lihat saja, untuk jurusan IPS, siswa di sana mendapat nilai dengan total 51,09. Sedang siswa jurusan IPA meraih total nilai 51,61, dan siswa jurusan Bahasa meraih total nilai 47,65.

Menyusul kemudian SMA Kristen I BPK Penabur, untuk program IPA dengan total nilai 51,51. Jurusan IPS SMA ini juga menduduki peringkat kedua dengan nilai 50,31. Sedang peringkat kedua untuk jurusan Bahasa diraih SMA Labschool Kebayoran yang mencapai nilai 44,36.(beritajakarta)

Juni 2, 2009

Komentar Para Guru terhadap LCC Rawamangun dan Kegiatan- Kegiatannya

Diarsipkan di bawah: Berita LCC, LCC News — franchise bimbel @ 2:49 pm

setelah Sukses dengan acara Roadshow 7 PTN Favourite kali ini pada Tanggal 22 dan 23 Mei 2009, LCC Rawamangun mengadakan acara Dream School untuk para siswa kelas 6 dan kelas 9 untuk mengunjungi sekolah favorit dan diakhiri dengan mengunjungi object wisata pendidikan yaitu Planetarium dan Museum Bank Indonesia. dan berikut tanggapan pihak sekolah terhadap kegiatan teresebut

Guru SMAN 68 Jakarta

Mei 4, 2009

Selamat Kepada Lasita Khaerani dan Khalissa Ayu Rafiditya

Diarsipkan di bawah: Berita LCC, Info Pendidikan, Inspirasi, LCC News — franchise bimbel @ 3:46 pm

Selamat kepada Lasita Khaerani dan Khalissa Ayu Rafiditya (siswa LCC Rawamangun dari SDI At-Taqwa) yng telah lulus Seleksi Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) RSBI SMPN 115 Jakarta. Semoga ini apa yang telah dicita- citakan terwujud, dimulai dengan Lulus seleksi Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) RSBI SMPN 115 Jakarta.

Lowongan Tutor Tetap LCC RAWAMANGUN

Diarsipkan di bawah: Berita LCC, Info Pendidikan, LCC News, Lowongan — franchise bimbel @ 3:38 pm

Dibutuhkan segera Tutor tetap :

  1. Matematika SMA (M-1)
  2. Fisika SMA (F-1)
  3. Bahasa Inggris (E-1)
  4. IPS Terpadu ( Sejarah, Geografi dan Sosiologi ) (S-1)
  5. SD Terpadu (Semua Pelajaran ) (S-1)

Dengan kualifikasi :

  1. Telah lulus PTN, dengan IPK minimal 3.00
  2. Menguasai Mata pelajaran yang dipilh
  3. Mempunyai Pengalaman Mengajar minimal 1 tahun
  4. Berpenampilan menarik, supel dan mudah bergaul.
  5. Diutamakan bisa berbahasa Inggris.

Fasilitas ;

  1. Gaji menarik
  2. Bonus berbasis prestasi
  3. Fasilitas internet
  4. Training Peningkatan Skill

Alur

  1. Berkas lamaran ( Surat lamaran, Biodata diri, transkip nilai, foto copy KTP,dan lain-lain ) diserahkan langsung ke LCC Cabang Rawamangun Jl. Balai Pustaka Timur No. B22, Rawamangun Jakarta Timur. Tlp : 4786963. sebelum 8 Mei 2009
  2. Mengikuti ujian tertulis pada tanggal 10 Mei 2009 pukul 10.00
  3. Hasil Ujian akan diumumkan melalui website www.lcc-ptc.com pada tanggal 31 Mei 2009.
  4. Peserta yang lulus akan mengikuti tes wawancara dan micro teaching

Maret 12, 2009

Dana Rp 96 Miliar Dorong Mahasiswa Berwirausaha

Diarsipkan di bawah: Berita LCC, Info Pendidikan, LCC News — franchise bimbel @ 10:13 am

BANDUNG, KOMPAS.com — Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengucurkan dana pendidikan sebesar Rp 96 miliar untuk mendukung keterampilan mahasiswa wirausaha di berbagai bidang. Dana tersebut akan disalurkan kepada 83 perguruan tinggi negeri dan beberapa perguruan tinggi swasta lolos seleksi.

Demikian dikatakan Kepala Subdirektorat Kerja Sama Perguruan Tinggi Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Nursamsiah Asharini, dalam workshop Pengenalan Program Mahasiswa Wirausaha di Bandung, Rabu (11/3). Nursamsiah mengatakan hal ini di hadapan 100 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung calon penerima dana ini.

Nursamsiah mengharapkan dana ini bisa mendukung keterampilan mahasiswa menuju pembentukan wirausahawan muda di berbagai bidang. Alasannya, banyak lulusan perguruan tinggi ternyata tidak bisa mengembangkan kemampuannya. Kebanyakan menganggur karena sekadar pencari kerja bukan pembuka lapangan kerja. Selain itu, pengalaman dan daya juangnya pun sangat rendah.

Menurut Nursamsiah, program yang baru digulirkan tahun 2009. Mulai bulan Maret, total dana sebesar Rp 96 miliar itu mulai dibagikan kepada 83 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia. Perguruan tinggi negeri pasti mendapatkan dana sebesar Rp 500 juta-Rp 2 miliar.

Sementara perguruan tinggi swasta, jumlah yang berhak menerima harus menunggu keputusan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) yang menaunginya. Sebanyak 12 Kopertis di Indonesia akan mendapatkan dana masing-masing Rp 1 miliar.

Bagi mereka yang diberi rekomendasi, untuk perorangan maksimal Rp 8 juta. Sedangkan bagi tim dengan maksimal 5 anggota diberikan Rp 40 juta. Syaratnya penerima adalah minimal mahasiswa tingkat 4 atau telah menyelesaikan 80 sistem kredit semester, serta motivasi kuat dalam wirausaha, katanya.

Akan tetapi, Nursamsiah mengingatkan dana pendidikan itu melahirkan tanggung jawab. Biasanya kinerja mahasiswa akan dinilai dua tahun setelah dana diberikan. Alasannya, dalam waktu dua tahun, keuntungan dan kerugian bentuk wirausaha bisa diketahui.

Tanggung jawab bagi mahasiswa, mereka dibebankan dana dengan besaran sama yang harus diberikan bagi adik kelasnya yang ikut program serupa. Sementara bila program tidak berjalan dengan baik maka Dikti akan mengevaluasi perguruan tinggi yang menanganinya, baik itu dari segi penyaluran dana, penerimaan kelompok, maupun pendampingan pada mahasiswa.

CHE

Sumber: Kompas.Com
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/03/11/ 19572042/Dana.Rp.96.Miliar.Dorong.Mahasiswa.Berwirausaha

Maret 11, 2009

Obama: Kualitas Pendidikan AS Merosot

Diarsipkan di bawah: Berita LCC, Info Pendidikan, LCC News — franchise bimbel @ 10:31 am

Rabu, 11 Maret 2009 | 07:42 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan, sistim pendidikan Amerika Serikat seharusnya membuat iri banyak negara, tetapi faktanya kini merosot.

Karena itu, Obama mengusulkan perbaikan sistem pendidikan lewat pertanggungjawaban yang lebih baik, pengeluaran yang lebih cerdas, dan bantuan bagi siswa yang ingin memperoleh pendidikan di perguruan tinggi.

Obama, Selasa (10/3), mengatakan bahwa kualitas pendidikan AS merosot di bawah banyak pesaing internasionalnya. Itu berdampak pada kemampuan siswa AS untuk bersaing dalam mendapatkan pekerjaan.

Ia minta negara-negara bagian yang menangani sendiri sistim pendidikannya untuk menyusun standar belajar yang lebih baik. Ia mengatakan, sekolah-sekolah harus mengajarkan keterampilan abad ke-21 seperti pemikiran kritis, kreativitas, dan kewiraswastaan.

Presiden Obama menambahkan, paket perangsang ekonomi yang baru-baru ini ia tandatangani menyediakan dana 5 miliar dollar untuk perluasan program pendidikan, peningkatan akses layanan anak yang berkualitas, dan lebih banyak bantuan untuk anak-anak cacat.

ONO
Sumber : VOA

Sumber: Kompas.Com
http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/03/11/ 07421822/Obama.Kualitas.Pendidikan.AS.Merosot

Februari 25, 2009

Dua Komputer Saja Cukup!

Diarsipkan di bawah: Berita LCC, LCC News — franchise bimbel @ 2:53 pm

RAUT gembira tampak di wajah anak-anak dan para guru SDN 20 Matras, Sungailiat, Bangka Induk, Provinsi Bangka Belitung pagi itu. Untuk pertama kalinya, sekolah tempat mereka menimba ilmu dilengkapi komputer.

Komputer sumbangan PT Excelcomindo Pratama beserta mitranya diserahkan secara resmi Sabtu (7/2) lalu. Sumbangan tersebut merupakan bagian dari program sosial Indonesia Berprestasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Pemanfaatan ICT dalam pendidikan akan meningkatkan kualitas pendidikan. Kita menyadari pendidikan harus sama rata di seluruh Indonesia. Kita cari sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan seperti di SD Matras ini, ujar Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL saat menyerahkan bantuan secara simbolis.

Bagi sebagian besar siswa dan guru di sini, komputer memang barang baru meski sering mereka dengar dan lihat dari koran dan televisi. Menyentuh pun belum pernah apalagi mengoperasikan.

Saya baru pertama kali lihat komputer, kata Risya Rangga (12), siswa kelas 6 SDN 20 Matras. Ia dan kawan-kawannya terlihat begitu antusias membicarakan masalah komputer yang baru datang sebulan lalu itu.

Ia dan beberapa kawannya mengaku belum tahu bagaimana mengoperasikan komputer. Sejauh ini, Risya tahu bahwa komputer dapat dipakai mengetik, bermain game, serta memainkan lagu dan video. Saat ditanya mimpinya jika sudah bisa menggunakan komputer, ia pun hanya menjawab ingin mengenal kekayaan alam di seluruh Indonesia.

Ada 2 unit komputer yang kini melengkapi sarana pendidikan di SD tersebut. Untuk sementara keduanya belum dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Salah satunya dipakai untuk administrasi di perpustakaan. Sementara komputer lainnya dipakai untuk mendukung administrasi di kantor tata usaha.

Pelajaran komputer rencananya akan dimulai tahun ajaran baru nanti mulai kelas 3. Saya paling baru akan mengajarkan dasar-dasar menggunakan komputer pada anak-anak, ujar Elis, guru perempuan yang sengaja direkrut SD 20 Matras untuk mengajarkan komputer sejak ada program tersebut.

Untuk tahap pengenalan saat ini, dua komputer saja cukup. Lagipula pasokan listrik di Pulau Bangka masih terbatas dan byar pet seperti daerah-daerah pulau umumnya di Indonesia.

Melalui program ini kita membantu pemerintah yang berupaya mewujudkan satu sekolah satu komputer, ujar Hasnul. Tidak hanya bantuan komputer saja dalam bentuk perangkat keras, XL juga memberikan pelatihan komputer dan Bahasa Inggris bagi guru-guru dan pendampingan melalui LSM Nurani Dunia.

Kehadiran komputer di sekolah bakal memberikan gairah baru cara belajar mengajar sehari-hari. Mimpi Risya dan kawan-kawan bahkan mungkin lebih dari yang mereka bayangkan jika Internet pun masuk.

Bukan tidak mungkin dan tentu mudah bagi XL untuk melanjutkan tanggung jawab sosialnya untuk mewujudkan hal tersebut. Apalagi, Pulau Bangka merupakan daerah yang dilalui jaringan serat optik perusahaan telekomunikasi tersebut dari Pademangan Jakarta-Belitung-Bangka-Batam-Johor Baru Malaysia. Pulau Bangka bisa disebut salah satu gerbang Internet Indonesia ke luar negeri.

Kalau kali ini dua komputer saja cukup, kelak satu orang satu komputer dan tersambung internet tidaklah mustahil di Bumi Serumpun Sebalai itu.

Tri Wahono

Sumber: Kompas.Com
http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/02/09/
15553896/Dua.Komputer.Saja.Cukup

www.lcc-ptc.com

Perguruan Tinggi Ikut Awasi UN 2009

Diarsipkan di bawah: Berita LCC, LCC News — franchise bimbel @ 10:14 am

JAKARTA, SENIN – Mulai tahun ini, tim pengawas Ujian Nasional (UN) akan ditambah dengan melibatkan perguruan tinggi dalam Pengawas Satuan Pendidikan. Mereka ditigaskan mengawasi pelaksanaan UN di SMA/ MA yang akan memantau, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan UN di wilayahnya kepada Menteri dan BSNP.

Hal itu dikatakan Koordinator Ujian Nasional, Djemari Mardapi, dalam konferensi pers di Gedung Depdiknas, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Senin (12/1).

“Kalau tim pemantau independen itu kan memang sudah ada untuk di SMP/Mts/ SMP luar Biasa dan SD, sedangkan tim pengawas untuk perguruan tinggi ya tim dari perguruan tinggi ini,” kata Djemari.

Mardapi mengatakan dalam pelaksanaannya, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk menempatkan mahasiswanya dalam penyelenggaraan UN. “BNSP akan menunjuk PTN berdasar rekomendasi Majelis Rektor PTN sebagai koordinator perguruan tinggi di provinsi tertentu,” katanya.

Tugas mereka, menurut Djemari Mardapi, selain menjaga keamanan dan kerahasiaan penggandaan dan pendistribusian naskah, juga melakukan pemindaian (scanning) lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) dengan menggunakan perangkat lunak yang ditetapkan BSNP.

“Mereka ditempatkan di tiap satuan pendidikan minimal 1 orang. Kalau ada 10 kelas minimal ada 1 orang pengawas dari tim perguruan tinggi, tetapi tak boleh masuk ke dalam ruangan,” kata Djemari Mardapi.

Dikatakan Ketua Badan Standar Nasional pendidikan (BSNP) Mungin Eddy Wibowo, pengawas dari perguruan tinggi maupun tim pengawas independen atau siapapun termasuk pejabat yang meninjau tak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan tes. “Ini demi menjaga konsentrasi siswa, karena waktu mengerjakan siswa dapat berkurang bila perhatian teralihkan,” katanya.

Pengawas dari perguruan tinggi dan tim independen boleh masuk bila ditengarai ada tindak kecurangan yang terjadi. “Pengawas dalam ruangan untuk SD, SMP dan SMU tetap 2 orang guru yang telah ditentukan dari sistem silang dari sekolah yang berbeda,” jelasnya.

Maya Saputri

Sumber: Kompas.Com
http://kompas.com/index.php/read/xml/2009/01/12/
12560159/perguruan.tinggi.ikut.awasi.un.2009

www.lcc-ptc.com

Ujian Nasional dan Tiket Masuk ke PTN

Diarsipkan di bawah: Berita LCC, LCC News — franchise bimbel @ 10:10 am

DUNIA pendidikan lagi-lagi memunculkan persoalan baru. Meski belum bisa dilaksanakan pada tahun ini, ada keinginan menjadikan hasil ujian nasional sebagai salah satu dasar seleksi ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Gagasan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Nasional. Pasal 68 PP itu menyebutkan nilai kelulusan ujian nasional sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliah (MA) bisa menjadi salah satu dasar masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).

Dengan demikian, PTN tidak lagi menyodorkan soal-soal yang sudah diujikan dalam ujian nasional. PTN hanya melakukan seleksi berupa tes bakat skolastik, intelegensi, bakat, minat, dan kesehatan sesuai dengan kriteria pada satuan pendidikan.

Bagi satuan pendidikan diberi waktu transisi selama tujuh tahun untuk bisa melaksanakan ketentuan seperti diatur dalam PP Nomor 19/2009 itu.

Yang pasti, akibatnya, beban materi dan psikis siswa terus bertambah. Untuk ujian nasional yang digelar pada medio April-Mei mendatang saja, para siswa harus belajar ekstra keras. Sebab, standar kelulusan dinaikkan lagi dari 5,25 menjadi 5,50. Dana yang dikucurkan pun tidak tanggung-tanggung mencapai Rp572 miliar.

Dana sebesar itu merupakan bagian dari pagu anggaran untuk sektor pendidikan yang mencapai Rp244 triliun pada tahun ini seperti diamanatkan konstitusi, yakni 20% dari APBN 2009.

Yang menjadi persoalan, apakah sebelum melaksanakan ujian nasional pemerintah sudah meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, dan akses informasi yang lengkap di seluruh Tanah Air?

Sejatinya, dengan alokasi anggaran sangat besar dalam APBN 2009, persoalan-persoalan mendasar di dunia pendidikan seperti itu sudah mulai diperbaiki dan dibenahi. Perbaikan bangunan sekolah di seluruh Indonesia haruslah menjadi prioritas utama. Sebab, bukan hal baru banyak bangunan sekolah, terutama di daerah terpencil dan daerah bencana, yang sangat tidak layak pakai sebagai wadah proses belajar-mengajar.

Karena itu, negara harus punya kemauan dan kemampuan untuk membangun dunia pendidikan yang sejajar dan setara di seluruh daerah agar ketimpangan-ketimpangan yang menganga lebar bisa diperkecil. Langkah itu penting dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi ketertinggalan satu daerah dari daerah lain. Bahkan mestinya dengan standar yang lebih tinggi lagi sehingga bangsa ini mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Dalam konteks itulah, negara semestinya memiliki program dan kebijakan di sektor pendidikan yang jelas, terarah, dan berkesinambungan. Perlu pula dibangun akuntabilitas, transparansi, dan pengawasan terhadap penggunaan keuangan negara untuk sektor pendidikan agar perintah konstitusi anggaran pendidikan 20% dari APBN benar-benar tepat sasaran.

Perlu diingatkan bahwa gagasan menjadikan ujian nasional sebagai syarat masuk perguruan tinggi jangan sekadar arena uji coba. Bukan masanya lagi para siswa menjadi kelinci percobaan sebuah kebijakan. Itu kalau bangsa ini tidak mau semakin tertinggal dari bangsa-bangsa lain.

Sumber: Media Indonesia Online
http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NTYwODk=

www.lcc-ptc.com

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.