LCC Rawamangun

Oktober 25, 2008

Hindari Telur dan Ikan Asin

Filed under: Hidup Sehat — franchise bimbel @ 3:19 pm


Hindari Telur dan Ikan Asin 

Konsumsi makanan juga mempengaruhi tekanan darah seseorang, terutama bagi penderita hipertensi. Karena itu bagi penderita hipertensi perlu menjaga asupan makanan yang bisa menaikkan tekanan darahnya.

Menurut dr Probosuseno, SpPD, naiknya tekanan darah atau tensi pada penderita hipertensi salah satunya dipengaruhi oleh besarnya asupan garam sehari-hari. Karena itu bagi penderita hipertensi harus membatasi konsumsi garam yaitu dua gram per hari, karena dapat menurunkan tekanan diastolik sekitar 5 mmHg bagi orang yang sensitif garam.

Penderita hipertensi sebaiknya mengonsumsi cukup kalium (K) 80-100 MEq per hari, karena dapat menurunkan tahanan jalan darah seluruh tubuh, sehingga tensi dapat turun. Sumber kalium misalnya: pisang.

Asupan cukup magnesium (Mg) dan kalsium (Na) juga dapat memperbaiki tensi, jelas Probo. Dan, berhenti merokok dapat menurunkan vasokonstriksi (penguncupan pembuluh darah, red), sehingga jalan darah dapat lebih lebar. Selain itu, kata Ahli Gizi dari Klinik Gizi RS Dr Sardjito, Ibnu Dwi Saptono, penderita hipertensi sebaiknya tidak makan telur dan ikan asin.

Batasi juga makanan yang yang mengandung daging sapi dan kambing, soda-soda kue, serta monosodium glutamat (MSG alias vetsin, red). Kalau mengonsumsi daging ayam jangan bagian kulitnya, batasi penggunaan lemak dan kurangi minyak. Bila mengonsumsi gula yang rendah kalori dan konsumsi gula pasir.

Selanjutnya Ibnu mengatakan ada kecenderungan bila penderita hipertensi mengalami obesitas (kegemukan) yang sudah lama, mengalami gangguan fungsi yang lain seperti jantung, diabetes mellitus. Karena itu bila ia kegemukan harus menurunkan berat badannya, tetapi perlahan dan tidak ditarget, serta tidak dianjurkan untuk menurunkan berat badan terlalu drastis.

Agar tekanan darah tetap normal, perbanyak konsumsi serat serta minum air putih yang cukup. Serat menjaga berat badan dan kolesterol darah. Jenis serat ada yang larut dan tidak larut dalam air. Serat larut berfungsi membuang lemak, kalori, kolesterol yag berlebihan, serta mejaga keseimbangan bakteri baik dan jahat. Serat tidak larut berfungsi mempercepat waktu transit makanan dari usus ke pembuangan dan membuang zat-zat penyebab kanker 

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: