LCC Rawamangun

Januari 13, 2009

Jadikan Bahasa Indonesia sebagai Identitas Bangsa

Filed under: LCC News — franchise bimbel @ 2:26 pm

 

Jakarta, Selasa (28 Oktober 2008)–Bahasa merupakan dasar untuk membentuk kecerdasan manusia. 

Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan, tanpa kompetensi bahasa maka kita tidak mempunyai kecerdasan yang manusiawi. Ilmu pengetahuan tidak mungkin disebarluaskan, dinikmati, dan dipahami secara bersama-sama.

“Bisa dibayangkan sekarang kalau seandainya manusia itu tidak berbahasa maka semua pemahaman dan penghayatan atas realitas kehidupan itu murni bersifat intuitif dan subyektif. Antara pengalaman dan pengetahuan hampir-hampir tidak ada bedanya. Jadi begitu fundamentalnya permasalahan bahasa itu,” kata Mendiknas dalam sambutannya saat membuka Kongres IX Bahasa Indonesia Internasional di Hotel Bumi Karsa, Bidakara, Jakarta , Selasa (28/10/2008) .

Hadir pada acara Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas Baedhowi, Inspektur Jenderal Depdiknas M.Sofyan, dan Kepala Pusat Informasi dan Humas Depdiknas M.Muhadjir. Kongres juga dihadiri sebanyak 1.100 peserta terdiri atas para pakar berbagai bidang ilmu, pengambil kebijakan, pendidik, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, wakil organisasi profesi, praktisi, dan pencinta bahasa dan sastra Indonesia dari seluruh Indonesia.

Pada kongres yang mengangkat tema Bahasa Indonesia Membentuk Insan Indonesia Cerdas Kompetitif di Atas Fondasi Peradaban Bangsa ini turut hadir para pakar dan penyelenggara pengajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA) dari berbagai wilayah di luar negeri.

Menurut Mendiknas, jika bahasa Indonesia ingin berkembang maka bahasa Indonesia harus tetap fungsional. Mampu untuk memberikan simbol dari berbagai macam arti dan berbagai macam realitas dalam kehidupan ini, baik itu kehidupan sosial, budaya, ekonomi, politik, dan ilmu pengetahuan. “Salah satu sebab kenapa kita kurang berjaya di bidang ekonomi karena kita kurang serius di dalam menjadikan bahasa Indonesia sebagai indentitas suatu bangsa,” katanya.

Mendiknas menyampaikan, perkembangan bahasa Indonesia tampak pada pesatnya penambahan kata dan istilah dalam bahasa Indonesia . Di sisi lain, kata dia, telah terjadi perubahan sikap masyarakat terhadap bahasa Indonesia . “Rasa kebanggaan terhadap bahasa Indonesia yang telah menempatkan bahasa itu sebagai lambang jati diri bangsa Indonesia telah menurun,” ungkapnya.

Sikap sebagian masyarakat itu, kata Mendiknas, tampak pada penggunaan bahasa di ruang publik di kota-kota besar di wilayah Indonesia . Di samping itu, juga, sebagian masyarakat memilih penggunaan bahasa asing atau bahasa daerah yang tidak pada tempatnya. Sebagian media publikasi pun, lanjut Mendiknas, turut dalam arus itu.

Mendiknas mencontohkan, penulisan judul buku, film, atau sinetron menggunakan bahasa asing. Padahal, kata Mendiknas, isinya dalam bahasa Indonesia . “Meskipun demikian, patut saya tegaskan di sini bahwa pembangunan bangsa melalui politik identitas bukan berarti kita anti terhadap identitas bangsa lain,” ujarnya.

Mendiknas mengatakan, saat ini yang paling mendesak dilakukan adalah menyediakan kosa-kata baru terutama terkait perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Menurut Mendiknas, perkembangan iptek demikian pesatnya untuk diterapkan di Indonesia . “Tugas kita untuk mengawal agar proses penambahan kosa kata ke dalam bahasa Indonesia dari unsur-unsur asing yang mengikuti aturan yang telah kita bakukan, sehingga bahasa Indonesia tumbuh dengan teratur dan memiliki sistim logika tersendiri yang konsisten dari waktu ke waktu,” katanya.

Kepala Pusat Bahasa Depdiknas Dendy Sugono melaporkan, dalam rangka Tahun Bahasa 2008 telah diadakan berbagai kegiatan dan pemberian penghargaan kepada tokoh berbahasa terbaik, pemerintah provinsi (Adibahasa), sastrawan, pelestari bahasa atau sastra daerah, media cetak, penyelenggara BIPA di luar negeri. Adapun kegiatan yang diselenggarakan yakni, sayembara, lomba, festival, dan pentas sastra.

Sementara, kata Dendy, terkait dengan perkembangan bahasa Indonesia di luar negeri, Timor Leste telah mendirikan Pusat Bahasa dan di Kota Perth, Australia telah berdiri Balai Bahasa. Selain itu, kata dia, lebih dari 67 negara telah memiliki perguruan tinggi atau lembaga lain yang mengajarkan bahasa Indonesia . “Setiap tahun sekitar lima ratus mahasiswa asing masuk Indonesia atas beasiswa Darma Siswa Departemen Pendidikan Nasional. Sementara itu, sejumlah penyelenggara pengajaran bahasa Indonesia di luar negeri memerlukan guru atau dosen bahasa Indonesia sebagai penutur asli

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: