LCC Rawamangun

Januari 15, 2009

CHANGE YOUR MIND, CHANGE YOUR LIFE; SEBUAH PERBINCANGAN DENGAN DR. RHENALD KASALI.

Filed under: Cerita Sukses — franchise bimbel @ 12:24 pm


Sosok Rhenald Kasali kerap dijuluki sebagai “Master of Change”. Betapa tidak, buku-buku karya Dosen serta Ketua Program Pascasarjana – Ilmu Manajemen Universitas Indonesia (UI) ini selalu meraih “best seller”. Salah satunya buku berjudul “Change” yang memberi inspirasi dan motivasi untuk meraih kesuksesan. Pada satu kesempatan penulis sempat berbincang dengan pria energik ini di kediamannya luas dan asri yang dikenal sebagai “Rumah Perubahan” di kawasan Jatirangon, Bekasi – tepatnya di belakang gardu PLN. “Di rumah ini saya membangun pusat pelatihan yang memberi kesempatan pada generasi muda untuk belajar wirausaha dan manajemen, budidaya ikan hias serta mengolah sampah menjadi biomass/kompos yang menguntungkan,” tuturnya.

 

Kepedulian Rhenald pada generasi muda memang sangat besar. Karena menurutnya generasi muda merupakan tunas/harapan masa depan bangsa. Namun untuk menjadikan anak muda sebagai generasi penerus bangsa, sosok anak muda setidaknya harus memiliki visi masa depan yang kuat serta mampu membebaskan dirinya dari berbagai “belenggu”.

 

“Belenggu” pertama yaitu, pendidikan. Pendidikan di Indonesia saat ini hanya membuat anak pintar secara akademis (lewat pola Ujian Nasional-UN dan sebagainya), namun lemah dalam memahami dan mengimplementasikannya sebagai sebuah ide, karya dan kerja mulia di dalam masyarakat.Lihat saja, sangat sedikit siswa kita yang memiliki mental dan kemauan kuat, gagasan kreatif serta mampu mengekspresikan pemikirannya secara baik. Alhasil, dari segi kompetensi kerja pun lulusan di Indonesia, kalah bersaing dengan pemuda dari negara lain seperti Singapura, Philipina, Malaysia dan sebagainya.

 

 

“Belenggu” kedua yaitu, tak memiliki keberanian. Bangsa kita kurang memiliki keberanian dalam mengisi kehidupan. Hal ini tercermin misalnya, adanya mental selalu mencari fasilitas atau kenikmatan saja dan selalu mempertahankan kondisi nyamannya (comfort zone). Ketika mau berbisnis, misalnya, selalu berangkat dari kebutuhan modal. Padahal dalam berbisnis yang utama bukan modal, tapi ada atau tidaknya keberanian untuk memulai dan menekuni usaha. Berani bekerja keras, berani menghadapi kegagalan dan berani melawan kemiskinan serta berani hidup menderita, demi sebuah cita-cita, impian dan kesuksesan.

 

“Belenggu” ketiga yaitu, tak berani melakukan pembaharuan dan perubahan. Tak dapat disangkal lagi bahwa pembaharuan dan perubahan tengah menjadi tuntutan dimana-mana. Pembaharuan dan perubahan sendiri menjadi kata kunci keberhasilan memasuki paruh kedua dekade pertama abad-21 ini. Bangsa kita kerap terbelenggu di dalam menghadapi masalah. Tak berani melakukan hal-hal baru untuk mengembangkan kedewasaan serta meningkatkan kualitas diri. Jika menghadapi persoalan, yang muncul selalu bertanya Why, atau terus bertanya: “Mengapa ini terjadi?”, “Mengapa ini menimpa saya?” dan sederet mengapa lainnya. Energi yang terhimpun dalam diri kita, harusnya kita pakai untuk memikirkan What to do-nya. Apa yang harus dilakukan untuk kebaikan kita di masa datang? Sehingga pada gilirannya, pola pikir kita selalu terbuka (open mind), penuh ide dan kreativitas dalam menyelesaikan tantangan.

 

Marilah kita belajar dari keberadaan kupu-kupu. Proses perubahan dari ulat menjadi kepompong ternyata menimbulkan “sakit” luar biasa. Tapi begitu masa sulit ini dilalui, jadilah ia kupu-kupu indah, yang bisa terbang, bebas dari “berbagai belenggu”, bahkan berarti bagi lingkungannya yakni, membantu bunga berubah menjadi buah. Semua berbeda benar dengan ulat, yang hampir selalu kesannya menjijikkan, hama dan tak dipandang.

 

Akhirnya, seperti ucapan bijak Michael Angelo – sang pemahat patung terkenal – “Setiap batu cadas, sesungguhnya telah memiliki keunikan dan keindahan alaminya, tugas kitalah untuk memahat, melepaskan batu dari “belenggu” sehingga terpancar aura keindahannya.” Sebagai generasi muda Anda tentu memiliki potensi diri yang besar, marilah kita lepaskan “belenggu-belenggu” yang menghambat pemikiran dan mental serta membuat kita terpuruk, digantikan semangat baru dan nilai-nilai kejuangan untuk membangun Indonesia yang maju dan sejahtera. Selamat berjuang! (Novranto-Image Communication)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: