LCC Rawamangun

Januari 29, 2009

Tingkahlaku anak…

Filed under: Tips and Trik — franchise bimbel @ 10:52 am

Tingkahlaku anak…

 

Masalah perilaku ini sebenarnya merupakan suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk “independent”; suatu bentuk perjuangan untuk menunjukkan otonomi. Oleh karena itu, periode batita umumnya ditandai dengan “AKU”, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya “power”. 

Oleh karena itu pula, periode batita disebut pula dengan periode “negativistik” artinya, si anak justru akan mengerjakan segala sesuatu berlawanan dengan yang diberitahukan kepadanya. Disuruh, dia tak akan mengerjakan; dilarang, justru dia akan mengerjakan. Semata-mata suatu bentuk pernyataan bahwa ia adalah individu bebas yang tidak dalam”kekuasaan” pihak lain termasuk orang tuanya 

Nah, lalu apa dan bagaimana dengan disiplin. Kita sering menyalah artikan konsep disiplin sebagai suatu bentuk “punishment”, padahal, disiplin adalah “upaya meletakkan batasan” artinya upaya mengajarkan anak mana perilaku yang dapat diterima, mana yang tidak. Kelak, dengan bertambahnya usia, anak akan mengembangkan “self-discipline”nya. Sesungguhnyalah, bagian dari perkembangan anak adalah mengeksplorasi leingkungannya; sedangkan salah satu t ugas orang tua adalah menegakkan batasan atau “limits” secara konsisten. 

Bagaimana strateginya? Yang paling penting, jangan kehilangan “sense of humor”, kalau jambangan bunga pecah karena anak tidak bisa dilarang untuk diam, kan tidak berarti kiamat… itu contoh ekstrimnya. 

kedua, berikan piliha. Oke, kamu lagi-lagi pipis di celana, sekarang kamu pilih, mau di pispot atau mau di kamar mandi. Dengan demikian, anak belajar bahwa dia masih punya pilihan 

Ketiga, observasi perilaku anak agar saat dia melakukan hal yang “positif” kalian bisa langsung memuji bahkan kalau perlu kasih “hadiah”. Ignore kalau dia melakukan hal yg tidak berkenan. tahap kedua bila masih juga melakukan hal yg diluar batasan, bicara (jangan teriak). Tahapan ketiga bila ia masih melakukannya – ada yg menganjurkan untuk melakukan strategi time out. 
Keempat, konsisten; ayah dan ibu harus sejalan dan seiring; konsisten pula dalam hal timing, jangan hari ini boleh, besok tidak boleh 

Nah time out strategy tuh, anak diminta masuk ke kamar tidurnya misalnya sejam,dan tidak boleh keluar sampai diijinkan orang tua. 

Ok selamat mencoba strategi yg mana, bagaimanapun setiap anak adalah individu yang unik.

by Purnamawati S Pujiarto, Dr, SpAK, MMPaed 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: